<< Artikel Saat Kecewa Melanda  >>

Saat Kecewa Melanda

E-mail Cetak PDF

Saat Kecewa Melanda
Oleh: Kusriati

 

Pernahkah dalam hidup kita dilanda rasa kecewa? Pasti pernah dan berbeda kadar pada setiap orang. Suatu kali, seorang teman saya yang memiliki salon berkata “ Bener, saya kecewaaa sekali dengan asisten saya, tega-teganya dia mengambil uang salon, padahal kalau pun dia butuh, saya tak sayang untuk meminjamkannya. Rasanya kok dikhianati dan di ‘tusuk’ dari belakang…”
Atau juga, seorang teman dekat saya pernah curhat “Tega-teganya pembantu saya mengambil baju saya, padahal saya sudah memperlakukan dia seperti keluarga sendiri…”
Dan juga… “Aku kecewa banget, tega-teganya dia mengatakan hal itu padaku…”

Perasaan kecewa, timbul karena berbagai macam, ada yang merasa dikhianati, disakiti, rasa kecewa karena tak berhasil mendapat apa yang diinginkan, rasa kecewa karena gagal .. dll. Memiliki rasa kecewa, tentunya manusiawi sekali. Bagi tiap orang rasa kecewa dapat ‘sembuh’ secara cepat, berangsur, bahkan mungkin memakan waktu yang teramat sangat lama.

Rasa kecawa dan pemaafan juga berhubungan dengan proses penyembuhan. Kecewa terhadap seseorang? Pasti sulit sekali pada awalnya untuk menerima dan memaafkan tindakannya pada kita. Meski mungkin kata memaafkan telah meluncur dari mulut kita, namun untuk melupakan sesuatu yang menyakitkan, tentu membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari sekadar meluncurnya kata maaf. Perasaan kecewa memang dapat sembuh seiring berjalannya waktu, namun bila suatu ketika muncul masalah yang sama, bukan tak mungkin waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan berikutnya semakin lama, malah bisa-bisa yang terjadi adalah aksi balas dendam akan sesuatu yang mengecewakan itu. Nah, gawat kan kalau sudah begini?

Rasa kecewa pada diri sendiri, meski sepertinya terselubung, dapat juga pada akhirnya menjadi rasa depresi kalau tak segera ‘disembuhkan’. Tentu introspeksi pada diri sendiri menjadi sesuatu yang penting. Pastinya tak ada manusia yang sempurna bukan? Jadi maafkanlah diri kita sendiri saat gagal mencapai apa yang kita inginkan. Mencoba menyusun strategi yang baik untuk rencana selanjutnya, mungkin dapat memberi sedikit kesibukan untuk melupakan rasa kecewa kita saat itu.
Sebelum segala sesuatunya terlambat, memang ada baiknya memikirkan tindakan yang akan / sedang kita lakukan. Siapa tahu apa yang kita anggap biasa saja akan membuahkan kekecewaan pada orang2 terdekat pada akhirnya.

Joomlart