<< Puisi Puisi-puisi Irwan **)  >>

Puisi-puisi Irwan **)

E-mail Cetak PDF

 Sesal 

Hari terus berganti
Tapi tak ada mimpi yang terwujud

Waktu terus berlalu

Tapi tak ada angan yang teraih

Detik terus berjalan

Tapi tak ada asa yang tergapai
 
Kuberjalan gontai melangkahkan kaki

Tanpa arah yang pasti, tanpa henti

Kupikirkan alam mengarahkan hati

Tanpa arti yang pasti, tanpa henti
 
Menatap debu-debu yang beterbangan

Menghadapi angin-angin yang berhembus

Menghayati tanda alam yang telah terjadi

Memaknai arti hidup yang berlalu
 
Masih adakah mimpi yang terwujud

Masih adakah angan yang teraih

Masih adakh asa yang tergapai

Masih adakah arti hidup ini

Meski kutak dapat mengembalikan waktu yang berlalu
Meski kutak dapat mengembalikan batu yang kulempar

Meski kutak dapat mengembalikan kata yang kuucapkan

Biarlah kuhanya bermain dengan angan dan khayalanku

 

Selamat Pagi, Anakku

Anakku ...

Nak ...
Adzan subuh sudah berkumandang
Kokok ayam sudah terdengar
Burung-burung kecil sudah bernyanyi
Gelap sudah berganti
Kabut sudah pergi
Embun pagi sudah berkilauan
Hangat sudah kembali
Ibumu sudah menyiapkan sarapan pagi
Sebagai tanda dimulainya hari ini

Kubangunkan engkau dari tidur lelapmu
Kuucapkan salam selamat pagi
Kuusapkan kehangatan tangan ini
Kumandikan dengan air suci
Kululurkan bedak lembut dan wangi
Kuberikan baju kesukaanmu
Kuhadapkan dengan hangatnya sinar mentari pagi
Tanda engkau akan menjalani hari ini
 
Anakku ...
Izinkan aku pergi bekerja
Memenuhi titah Tuhan kita
Menafkahi keluarga
Menggapai mimpi dan cita-cita untuk hari depan kita
Doakan bapak
Selamat pagi anakku ... 
 

Puisi Tak Sampai

Ketika hadir suatu asa
Akan apa harap terasa
Yang mampu selipkan rasa
Di antara sunyinya jiwa
Tapi apa asa terasa
Tidak seperti apa seharusnya
Masih tetap di sini adanya
Tanpa ke mana-mana
Sampai pada akhirnya

 

 
 

Joomlart