<< Puisi Fatwa Alam **)  >>

Fatwa Alam **)

E-mail Cetak PDF
FATWA ALAM


Bundar masih terpampang kilau di galaksi
Perayu ulung menjadikannya pedang
penaklukan hati sang hawa

 Byuurr..
Si Bundar itu meludah
Angin bertiup kencang, menggulung ombak
Menghayutkan manusia di segala penjuru

Musnah, punah kehidupan
Bundar tak lagi bersin dan meludah
Bumi sudah kosong
Tak ada lagi asap hitam pekat
Yang membumbung ke atas..


Malang, 13 Februari 2010

 


 

Joomlart